Sunday, March 19, 2017

Mengenal Transportasi Adelaide

Perjalanan keluar dari kampung halaman adalah sesuatu yang seru untuk diceritakan Basineng, melihat hal-hal baru yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya, melihat gedung-gedung menawan yang tidak pernah kita temui. Sekalipun itu hanya perjalanan menuju ibu kota provinsi, untuk bocah yang usianya baru saja menginjak 8 tahun, seperti kita, adalah cerita menyenangkan untuk dibagi. Aku ingat pernah menceritakan kepadamu, bagaimana aku mengunjungi Makassar bersama nenek, ibu kota provinsi yang berjarak 4 jam perjalanan dari kampung kita, Malakaji. Perjalanan yang melelahkan menggunakan mobil kijang tua dimana kursi yang seharusnya hanya muat empat orang dengan ajaibnya bisa dijejali sebanyak lima atau enam orang. Bau solar kadang membuat beberapa orang tak lagi mampu untuk menahan mual, belum lagi penumpang perokok yang tidak peduli dengan asap rokok yang ia kepulkan didalam mobil yang penuh sesak, atau kakek-kakek tua yang membawa tembakau kering dalam karung terapit dibawah kedua lengannya menambah jenis bau yang harus kami hirup selama perjalanan. Aku selalu merajuk untuk dibiarkan duduk dekat dengan jendela, bukan karena aneka ragam bau dimobil Basineng, aku bisa tahan dengan itu, aku hanya suka dengan angin yang menyapa ketika kukeluarkan tanganku dari jendela mobil.

Perjalanan yang penuh dengan bebauan itu kemudian berlanjut menggunakan bus yang dulu lebih sering disebut DAMRI, nama perusahaan yang lebih dikenal sebagai jenis transportasi, bukti nyata majas metonomia kurasa. Paling tidak, disini suasana lebih menyenangkan, hiburan bukan lagi tape recorder yang mengulang-ulang lagu yang sama selama 4 jam perjalanan, penjual asongan dan pengamen jalanan mampu menjadi hiburan tersendiri di atas bus, dan yang lebih menyenangkannya, nenek membeli banyak cemilan.
Itu kisah yang kuceritakan padamu lebih dari satu dekade yang lalu, sekarang aku akan bercerita tentang perjalananku yang lain Basineng, perjalan yang sama sekali tidak menawarkan bebauan asap rokok, tembakau kering dan solar yang menusuk hidung. Kali ini perjalananku berbeda. Adelaide, di kota yang dikenal sebagai kota festival ini aku sering bepergian, ada banyak destinasi yang bisa kudatangi, destinasi yang menawarkan eksotisme pantai dan senja dipenghujung hari, ataupun keindahan hutan dan ladang anggur yang menghijau. Tapi, kali ini aku tidak akan bercerita banyak tentang tempat-tempat fantastis tersebut Basineng, aku akan menceritakannya dilain waktu, kali ini aku ingin bercerita tentang sarana transportasi yang sering kugunakan untuk mengunjungi lokasi-lokasi tersebut.

Basineng, di Adelaide, orang-orang lebih condong untuk menggunakan sarana transportasi umum, baik itu kereta, trem, atau bis. Selain karena disini biaya parkir untuk kendaraan roda empat tergolong mahal, pemerintah juga betul-betul serius dalam menyediakan dan mengatur layanan transportasi publik. Pemerintah kota Adelaide menjalankan sistem transportasi yang disebut Adelaide Metro, untuk layanan transportasi seputar Adelaide dan Connect SA untuk layanan bus regional.  Sistem ini dibawahi Divisi Public Transport Services dari Department of Planning, Transport and Infrastructure yang merupakan upaya untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi yang baik dan terjangkau. Ada banyak kemudahan yang dibuat untuk membuat kita nyaman dalam menggunakan sarana transportasi publik, akan kujelaskan padamu satu persatu Basineng, dan semoga kau tidak alergi membaca penjelasanku yang terlampau deskriptif.

Akan kumulai dengan bagaimana kita membayar sarana trasnportasi disini Basineng. Ada dua  opsi yang disediakan oleh system Adelaide Metro dalam hal membayar sarana transportasi,  dengan metroticket atau metrocard. Metroticket merupakan tiket berbentuk kertas yang digunakan jangka pendek, sedangkan metrocard adalah tiket berbentuk kartu yang digunakan untuk jangka panjang. Perbedaan mendasar dari keduanya bukan hanya dari bentuk dan bahannya, namun juga penetapan harganya. Menggunakan metrocard jauh lebih murah dibandingkan menggunakan metroticket. Selain itu kau harus tahu kapan peak travel time dan interpeak travel time, karena perbedaan harga dikedua waktu tersebut juga lumayan berbeda. Agak memusingkan Basineng? Jangan khawatir, untuk lebih sederhananya kau bisa lihat gambar berikut, digambar tersebut kau bisa tahu perbedaannya.




Basineng, aku pribadi menggunakan metrocard, murah soalnya. Tapi, ku sarankan jika suatu saat kau juga punya kesempatan untuk bertandang ke kota festival ini dan ingin menggunakan metrocard, kau harus tahu terlebih dahulu jenis metrocard apa yang harus kau ambil. Metrocard ada empat jenis Basineng, regular, concession, students, dan seniors. Metrocard regular diperuntukkan bagi mereka yang berusia diatas 15 tahun dan tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan concession fare, atau lebih sederhananya orang-orang yang tidak memenuhi syarat untuk diberi subsidi. Metrocard Concession diperuntukkan bagi mereka yang berstatus full time tertiary dan post secondary students, jadi jika kau datang dengan status mahasiswa disini, kartu ini yang harus kau ambil, tapi ingat kauu harus selalu membawa student ID mu sebagai bukti jika tiba-tiba ada pemeriksaan metrocard, mereka secara seringkali melakukannya secara acak Basineng. Dan jangan pernah coba-coba untuk menggunkan metrocard concession orang lain untuk bepergian Basineng, ketika kedapatan, fine disini lumayan mencekik kantong. Kemudian metrocard students diperuntukkan bagi primary dan secondary school students  atau sekitar umur 5 sampai 14 tahun. Dan yang terakhir, seniors card yang merupakan kartu bagi permanent resident yang telah berumur 60 tahun atau lebih dan tidak lagi bekerja lebih dari 20 jam kerja.

Dan untuk membeli kartu tersebut kau bisa langsung datang ke kantor Adelaide Metro atau mengunjungi Post, dengan harga $5 untuk regular, $ 3.5 untuk concession dan students. Ketika pertama kali membeli, otomatis kau akan memiliki balance sebanyak $5, setelah itu terserah kau Basineng mau mengisi berapa. Cara pengisiannya pun kau bisa memilih mulai dari $15, $20, $30, $40, $60, $90, $120, dan $140, atau jika memang kau ingin sepuas-puasnya bepergian disini kau bisa menggunakan paket 28 day-pass, jika menggunakan paket ini maka kau memiliki akses yang tidak terbatas dalam menggunakan bis, trem, ataupun kereta selama 28 hari. Relatif sangat murah jika memang kau ingin banyak berpegian selama disini.

Harga paket 28-day pass

Sepertinnya aku sudah bercerita sangat panjang Basineng, masih banyak yang ingin kuceritakan padamu tentang transportasi disini, tapi sepertinya kantuk lebih mendominasi. Sebaiknya aku melanjutkan ceritaku nanti, kau mungkin masih belum tahu bagaimana mereka mengatur rupa bis, trem, dan kereta disini, pada kondisi apa kita bisa menggunakan bus dan trem dengan gratis di area city, dan bagimana kondisi lalu lintas disini Basineng. Tenang saja, akan kuceritakan dikesempatan lainnya. Semoga kau senang membaca ceritaku Basineng, akan kujumpai kau diparagraf-paragraf panjang berikutnya.



Share:
Post a Comment