Monday, March 13, 2017

Bagi yang takut dianggap lebay dalam merasa dan merindu, Adelaide.


Basineng, tempo hari aku dan beberapa teman sempat berdiskusi panjang tentang rindu. Sebuah topik melankolik yang sedang dirasakan oleh beberapa teman yang sedang jauh dari orang yang mereka kasihi, salah satu hal besar yang harus dihadapai oleh pelajar perantau seperti kami. Disalah satu waktu dalam percakapan itulah kemudian selalu terulang satu kata yang sama tiap kali mereka mulai mengekspresikan rasa rindu yang mereka alami, "lebay". Aku tidak pernah cocok dengan kata ini Basineng, kata urban yang menurutku tidak pernah akurat dalam mendefinisikan apa yang sedang ingin kita jelaskan, terlebih lagi jika menyangkut rasa dan rindu. Kata lebay menjadi momok, mendegradasi keinginan sesorang untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan, kata lebay adalah sebuah penyakit dalam tatanan Bahasa, menurutku.

Basineng, jika lebay adalah sebuah kata yang mewakili sikap berlebihan dalam mengekspresikan rasa, mungkin saja ia cocok dalam beberapa kondisi, namun nyata penggunaannya tidak seperti itu. Bahkan sedikit menunjukkan sisi melankolik sudah dianggap sebagai perbuatan yang lebay. Bahkan dalam beberapa kasus, menjadi melankolis adalah asosiasi paling dekat dengan kata lebay dan dianggap sebagai sebuah sikap yang aneh. Bukannya sangat berlebihan Basineng? Pun ketika kata lebay memang merupakan kata yang menjelaskan tentang sebuah sikap lemah lembut nan melankolis dalam berekspresi dan bersikap, maka seharusnya ia tak menjadi sebuah bentuk keanehan, ataupun anomaly yang dianggap tidak standar dalam sebuah tatanan bersikap.

Sisi melankolik adalah bagian yang tak terpisahkan dari diri kita sebagai manusia Basineng, kenapa kebanyakan ia menjadi sebuah aib dan menbuat orang-orang menjadi enggan untuk menunjukkan sisi tersebut? Bukannya menghilangkan sisi tersebut sama saja dengan memberi cacat pada ruang ekspresi kita? Apa begitu pentingnya anggapan kebanyakan orang dibanding keutuhan ruang ekspresi kita Basineng? Apakah menjadi apa adanya adalah sebuah kesalahan dimasa sekarang ini?

Jika mengekspresikan rasa dan rindu dalam kalimat mendayu adalah sebuah bentuk lebay, maka biarlah kita dianggap lebay Basineng. Dianggap lebay tak akan semenyakitkan menahan buncah rindu yang tertahan, atau menahan luapan rasa yang bertumpuk, yang paling tidak akan sedikit berkurang jika kita mengeluarkannya dalam bentuk ekspresi ataupun tulisan Basineng.

Basineng, jangan sampai apa yang orang lain katakana menjadikanmu gagap dalam berekspresi. Menjadi melankolis bukanlah sebuah kejahatan, yang sekali lagi jika dianggap sebagai definisi lain dari kata lebay, maka biarkanlah mereka berkata sesukanya. Mungkin saja mereka belum tahu bagaimana rasa dan rindu menyekap mereka, atau mungkin saja mereka sedang berpura-pura karena  belum tahu cara mengekspresikannya dan malu untuk bertanya.
Share:
Post a Comment